Museum Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah oleh Lucky Angelina 16614143 1sa07

MUSEUM INDONESIA 

20150403_155630

Alamat :
MUSEUM INDONESIA
Taman Mini Indonesia Indah
Jakarta 13560

Telp. 021 840 9246
Fax. 021 840 9213

Museum Indonesia dibangun atas prakarsa Ibu Tien Soeharto dan didirikan di atas tanah seluas 20.100 meter2 dengan luas bangunan 7.000 meter2. Diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1980. Gedung utama dan bangunan pendukung lain yang berada di halaman museum menampilkan gaya arsitektur Bali yang dikembangkan secara keseluruhan memperlihatkan wajah budaya Indonesia.
Pintu gerbang utama yang terdapat di sebelah selatan, berupa sebuah candi kurung yang biasa disebut Padu Raksa atau Kori Agung, sedangkan di sebelah barat terdapat gerbang kedua yang disebut Candi Bentar. Di sekitar gedung utama terdapat bangunan pendukung dan patung-patung yang memiliki nama dan arti simbolis. Relief yang terdapat pada bagian depan gedung utama diambil dari cerita Ramayana yang berjudul Hanoman Duta.

Dihubungkan dengan cerita Ramayana, bangunan Museum Indonesia diibaratkan sebagai Gedung Muliawan dimana Sri Rama memberikan perintah kepada Hanoman (pasukan kera) untuk mencari istrinya (Dewi Shinta) yang diculik oleh Rahwana.

Jembatan yang menuju pintu masuk museum diibaratkan sebagai Jembatan Situbondo yang dibangun oleh pasukan kera untuk menghubungkan Ayodhya dengan Alengka Pura, dimana Dewi Shinta disembunyikan oleh Rahwana di Taman Argasoka.

Gedung Museum Indonesia berarsitektur Bali tiga lantai dikembangkan dari filosofi tri hita karana, yang menjelaskan adanya tiga sumber kebahagiaan manusia, yakni hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam. Patung-patung cantik yang diambil dari kisah Ramayana juga menghias bagian depan serta di sekeliling gedung Museum Indonesia TMII. Relief Kala terpasang di atas pintu masuk ke Museum Indonesia TMII, dengan naga menjadi penghias pilarnya. Di lantai satu Museum Indonesia TMII terdapat gelaran lukisan peta Indonesia dengan motif batik mega mendung berjudul Citra Indonesia. Lukisan Garuda di sebelah kiri melambangkan dunia atas, menonjolkan unsur udara, awan, dan cahaya, yang disebut bapak angkasa. Naga bersisik kemerahan yang kepalanya di sisi kanan menjadi perlambang dunia bawah, menonjolkan unsur air dan bumi, biasa disebut ibu pertiwi. Keduanya melambangkan perpaduan keseimbangan gerak alam yang saling bertentangan namun tak terpisahkan

LANTAI 1

bertemakan Bhinneka Tunggal Ika menampilkan keanekaragaman dan kekayaan budaya bangsa Indonesia kepada pengunjung melalui koleksi lukisan Citra Indonesia, seperti pakaian pasangan pengantin dan pakaian adat, alat musik daerah, dan wayang (kulit dan golek) dari seluruh suku. Ada pakaian pengantin gaya Bali dan gaya Jawa Timuran, serta pakaian pengantin dari daerah lainnya. Semua pakaian itu terawat baik dan disimpan di ruangan berpendingin cukup dengan penataan cahaya memadai. Di sebuah ruang kaca terdapat seperangkat gamelan komplit asli, manekin para penabuh berpakaian Jawa lengkap, dua sinden, dalang yang tengah menampilkan Hanoman dan Kumbakarna, serta jejeran wayang kulit lengkap, kelir, dan blencong.

Di ruang yang sama terdapat pajangan wayang kulit kuno, serta beragam jejeran wayang golek dan wayang Tengul yang berasal dari Bojonegoro. Pakeliran Wayang Tengul tidak saja menggunakan kisah Mahabharata dan Ramayana, namun juga cerita Panji, babad asal usul daerah, kisah Majapahitan, Walisongo jaman Mataraman, atau cerita menak.

LANTAI 2

berjudul Manusia dan Lingkungan. Memperagakan koleksi-koleksi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari seperti upacara daur hidup mulai dari upacara nujuh bulan, upacara turun tanah, khitanan, potong gigi hingga upacara penobatan datuk. Miniatur rumah tradisional, kamar pengantin dari Palembang, ruang tengah rumah Jawa Tengah, dapur Batak, alat berburu, alat pertanian, alat rumah tangga, serta alat transportasi darat dan air. Naik ke lantai dua Museum Indonesia TMII yang bertema Manusia dan Lingkungan, terdapat diorama yang memperlihatkan upacara adat dalam kehidupan tradisi, seperti ritual turun tanah pada foto di atas. Ada pula diorama ritual tujuh bulan, khitanan, potong gigi, dan penobatan datuk.

Di sebuah ruang kaca, diperlihatkan benda-benda terbuat dari kayu jati dan logam yang biasa ada di ruang dalam rumah-rumah kuno di Jawa Tengah, seperti gebyok penyekat ruang, tombak pusaka, lampu tradisional, lemari kayu dan meja antik, serta manekin pria berpakaian adat Jawa yang sedang membersihkan sebilah keris.

Beragam perlengkapan masa panen juga dipajang di lantai dua Museum Indonesia TMII. Ada geblokan untuk merontokkan gabah, cetakan gula aren terbuat dari tanah liat, gilingan padi dan gilingan jagung dari kayu, rejangan tembakau, pikulan legen dari bambu untuk mengangkut tuak, dan coker untuk mengaduk kedele.

Masih di lantai yang sama juga dipajang alat rumah tangga, miniatur rumah tradisional, kamar pengantin dari Palembang, dapur Batak, alat berburu, alat pertanian, serta alat transportasi darat dan air.
LANTAI 3

berjudul Seni dan Kriya. Di sini dipamerkan benda-benda seni hasil karya bangsa Indonesia dalam bentuk kain tenun ikat dan songket, batik, kerajinan perak, kuningan, tembaga, kayu, dan keramik. Di samping itu dipamerkan juga berbagai jenis perhiasan, senjata tajam dan juga mata uang logam dan kertas yang pernah beredar di Indonesia. Pada bagian tengah terdapat koleksi besar yang disebut Pohon Hayat atau Pohon Kehidupan yang terbuat dari tembaga dengan ukuran tinggi 8 meter dan berdiameter 4 meter, lambang alam semesta yang mengandung unsur udara, air, angin, tanah, dan api. Selain suluran, terdapat pula ukiran Burung Garuda, naga di setiap sisi dengan kepala berada di bawah, serta ukiran Kala. Terlihat sebuah Arca Ganesha elok terbuat dari perunggu yang duduk di atas deretan tengkorak kepala manusia. Berbagai benda seni lainnya yang indah dan sangat berharga disimpan di lantai tiga Museum Indonesia TMII.

Selain itu ada pula puluhan keris dengan ornamen indah dipamerkan di lantai ini. Juga ada diorama yang memperlihatkan proses membatik yang dilakukan dengan cara tradisional, ada pameran perhiasan dari Batak Karo dan Nias, dan banyak lagi yang lainnya.

Museum juga dilengkapi fasilitas Bale Panjang, Bale Bundar, dan bangunan Soko Tujuh yang dapat disewa oleh masyarakat umum untuk keperluan gathering, pesta pernikahan, seminar, pameran atau pun pertemuan
“Museum Indonesia” Taman Mini Indonesia Indah

Oleh                : Lucky Angelina Qur’ani Nabila
NPM               : 16614143
Kelas               : 1SA07
KETERANGAN PENGAMBILAN DATA :

  • Berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah pada hari Jum’at 3 April 2015 pukul 15.30 WIB
  • Tiket masuk Taman Mini Indonesia Indah Rp 10.000/orang ditambah biaya jika membawa motor Rp 6.000
  • Tiket Masuk Museum Indonesia Rp 15.000/orang

Kegiatan ini bertujuan untuk menyelesaikan tugas softskill Kepariwisataan. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat. Kurang lebih nya penulis meminta maaf yang sebesar – besarnya.

20150403_151459 20150403_151508 20150403_153034 20150403_154106 BeautyPlus_20150403201941_save BeautyPlus_20150403202103_save BeautyPlus_20150403202222_save BeautyPlus_20150403202542_save

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s